BAGIKAN

Duh mahasiswa, selalu saja dilema dengan tugas bernama skripsi, yang katanya sih tabu diucap dan ditulis. Lalu gimana mau lulus kalau kata SKIRPSI sudah dianggap tabu. Bayangkan di halaman persembahan tugas akhir kalian itu tertulis “teet.. ini saya persembahkan untuk ayah dan ibu;” atau di halaman prakata, kalian tulis “Penyusunan teet… ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak….” betapa menggemaskannya kalian.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, saat mengerjakan skripsi dan tentunya mengamati kawan-kawan dekat, masalah lamanya mengerjakan skripsi itu adalah tidak konsisten, telaten, tekun dan apalah istilah sejenis lainnya. Karena ibarat mendekati gebetan kalau kau tak bribik terus menerus, mana dapat coy.

Meskipun saya bukan tergolong mahasiswa yang lulus cepat (sidang di semester 11 dan baru wisuda semester 12) setidaknya proses pengerjaan skripsi saya tak terlalu lama. Terhitung sejak pengajuan proposal seminar Desember, lalu sidang di September tahun berikutnya. Cukup membanggakan diri sendiri lah ya meski berbanding terbalik dengan kisah percintaan saya. Eek lah!

Meski begitu saya akui, 9 bulan mengerjakan itu tidak mudah. Saya harus rela tak ngopi dengan kawan-kawan seperngopian, begadang, bahkan kadang sampai tak mandi seharian.

Berhubung saya baik hati, bolehlah saya bagi tips mengerjakan skripsi dari hasil percobaan yang telah terbukti dengan menghasilkan ijazah, walaupun sampai sekarang ijazah saya belum terpakai. Walaupun tips ini sedikit ngawur, tapi boleh dicoba lah yaw!

Pertama, tentu saja kalian harus sudah punya judul, sesederhana apapun harus ada yang kalian ingin jadikan judul tugas akhir. Kalau kalian tak terpikir sedikitpun ingin mengerjakan apa, sa yakin kalian ada di dua golongan, mahasiswa yang terlalu rajin mengikuti kelas atau tak pernah mengikuti kelas.

Kenapa terlalu rajin malah tidak bisa mikir judul? Hem begini, saking rajinnya kalian di semua kelas, mengerjakan semua tugas, menuruti semua perintah dosen. Kalian jadi tak punya satu ketertarikan yang benar ingin kalian pelajari, bukan karena nilai. Ibarat ada 30 dedeq maba yang gemesnya mengalihkan dunia, masa mau lu pacarin semua. Percayalah tidak semua mata kuliah akan berguna untuk tugas akhirmu. Nah kalau yang tak pernah mengikuti kelas ya coba masuk kelas dulu deh.

Nah tips berikutnya, kerjakan dong! Kumpulkan bahan referensi, baca berulang lalu buat kerangka yang kalian inginkan jadi proposal. Jangan muluk-muluk, ingat kalian harus bisa mengukur kemampuan diri sendiri. Saya rasa bagian ini tips standar, mudah diucap sulit dilaksanakan.

Ok, kita selami tips lebih dalam. Kesulitan dalam memulai tulisan bukan berarti tidak bisa. Seringkali ini jadi alasan mengulur waktu. Gak ada ide meski sudah baca banyak buku, sulit memilih kalimat yang pas, bla bla bla!

Hei kalian butuh tips ini, perhatikan dengan seksama. Kemas laptop, bahan referensi, buku dan segala kebutuhan kalian ngerjakan skripsi. Jangan lupa dompet berisi uang dan kartu identitas. Melangkahlah penuh percaya diri keluar kosan dengan tekat tak akan kembali sebelum menyelesaikan minimal setengah dari bab yang sedang dikerjakan.

Lantas kalian harus kemana? Tenang ini bagian tips kunci. Carilah tongkrongan, warung kopi, cafe atau sejenisnya. Tapi pastikan kalian tidak akan bertemu dengan orang yang kalian kenal (jangan sampai niat mengerjakan skripsi malah jadi ngobrol sana-sini) saran saya cari di kawasan pinggiran, jauh dari kampus, lebih baik jika itu tongkrongan anak SMA, atau biasa digunakan pasangan memadu kasih. Cari posisi duduk paling strategis, kalian harus terlihat semua orang pun sebaliknya, jangan bersembunyi. Lalu mulailah membuka alat perang yang sudah kalean kemas. Jangan lupa pesan makanan dan minum supaya tidak disangka numpang duduk doang. Fokus, pandang laptop kalian dan mulai mengetik.

Jika suasana tongkrongan itu mulai ramai, banyak orang duduk bergerombol atau berpasangan, lalu kalian merasa mereka melihat seorang pemuda duduk sendiri dengan buku-buku di depannya dan kalian mulai risih. Nah ini kondisi ideal. Inilah jurus jitu menyelesaikan tugas dalam tekanan. Lawan ketidaknyamanan itu dengan terus membaca, mengetik, membaca dan terus mengetik.

Kalau saya sih biasanya baru tak nyaman saat ada sepasang kekasih asik memadu kasih tanpa mempedulikan yang lain. Jika saat seperti itu datang, saya ingin segera pergi. Tapi niat tak akan kembali sebelum menyelesaikan minimal setengah dari bab tak bisa diganggu gugat, maka saya akan lebih fokus dengan harapan segera selesai.

Biasanya saya selalu pulang dengan bab yang hampir beres. Hanya tinggal perbaiki kalimat yang kurang tepat atau typo sana sini karena menulis di bawah tekanan.

Masalah selanjutnya yang sering dialami adalah ruwetnya permintaan dosen pembimbing. Bagaimanapun kita harus kompromi dengannya, ingat doi punya seribu cara mempersulit kalian. Tapi, tak berarti kalian harus mengikuti segala kemauannya. Berundinglah, terima masukannya, katakan yang kalian inginkan dengan skripsi tersebut. Makanya, pastikan kalian benar-benar paham yang kalian inginkan. Masih mentok? Rayu dan janjikan apa yang kalian inginkan itu akan menghasilkan yang terbaik.

Bagian rayu-merayu kan kalean anak jaman now paling tahu lah caranya. Taperlu bawain bekal, cukup bribik dengan pilihan kata terbaik.

Tapi eh tapi, ada dosen yang tidak bisa diajak berunding. Itu karena doi memang tak tahu apa-apa tentang tugas yang kita inginkan. Nah, untuk mengakali dosen yang tak berguna macam ini caranya iyain aja diawal, tetap kerjakan sesuai keinginan kalian, kumpulkan sembari menatap wajah dosen tersebut penuh percaya diri. Niscaya ia akan ACC pekerjaan kalian, karena intinya ia tak punya pengetahuan untuk protes.

Lakukan semua hingga akhir ya sobat pejuang skripsi, jangan menyerah. Tak apa agak lama yang penting usaha dan akhirnya lulus juga. Jika tips ini tak berhasil maafkan saya, itu artinya kalian belum jomblo. Jomblolah dulu baru praktekkan tips ini. Wkwkwk!