BERBAGI

Akhirnya Mario Teguh kembali memberikan motivasi setelah cukup lama menghilang karena kasus dengan anaknya. Ini kira-kira transkip motivasi dan kiat hidup bahagia yang dia ceritakan  kepada para mahasusah angkatan tua:

Adik-adik mahasusah yang saya banggakan. Tema kita pada acara ini adalah `Kiat Menjadi Mahasiswa Bahagia Dengan Berandai-andai`

Kamu ingin hidup enak tanpa harus bekerja? Tanpa sakit-sakit dan susah-susah dahulu untuk kemudian bersenang-senang? Gampang kok! Jadi kamu tak harus macul terlebih dahulu untuk mendapatkan uang, tak usah macak buat mendapatkan pelanggan, tak usah sibuk mikir negara karena negara ada yang ngurus, tak usah perang urat masalah pemilihan dekan  serahkan ke rektor saja, tak usah sok menjadi dan mendaku diri sebagai aktivis toh kamu ga dapat apa-apa kok. Bener toh?

Maka dari itu belilah kopi dan rokok terlebih dahulu untuk meregangkan otot syarafmu. Turunkan tensi amarahmu, mari saya ajak berimajinasi dan berandai-andai agar hidup tak melulu soal hidup-mati hidup-mati, bukan soal kapan wisuda, kapan kerja dan hal-hal yang sepatutnya tidak menjadi urusanmu. Tak usahlah sok heroik dan sok kritis memikirkan masalah Ahok dan penistaan agama yang dia lakukan, tak usah nyetatus yang aneh-aneh dan provokatif macam “Ahok halal darahnya”, “Ahok kafir!”, atau ikut-ikutan mengklik “like” dan komen “amin” ya biar kamu masuk surga.

Sahabat-sahabat saya yang super!

Memikirkan sesuatu jangan dibuat ruwet, uripmu wes ruwet bung. Lakukan saja apa yang kamu pikirkan. Kalau kamu memikirkan skripsi ya kerjakan, jangan dipikir terus, alon-alon asal asal-asalan. Kalau ndak bisa garap, bayangkanlah! iya dibayangkan saja sedang garap skripsi walaupun kenyataannya tidak. Jangan lupa katakan dengan lantang “Saya sudah membayangkan skripsiku selesai”, atau “seandainya skripsiku selesai”. Lakukan hal itu untuk setidaknya menghibur diri, karena ini merupakan satu-satunya jalan pintas dan cara cepat untuk menyelesaikan tugas akhir.

Rumus hidup bahagia sebenarnya sederhana. Kamu bisa selesaikan pertanyaan-pertanyaan lain yang menyakitkan itu dengan berandai-andai, karena persoalan apapun akan selesai dengan berandai-andai meskipun tak seindah kenyataannya. Masalah itu akan selesai dengan rumus “andai saja”, “kalau saja”, “seandainya”. Ketika kamu diharuskan lulus, kamu harus kerja, kamu harus sukses, dan harus-harus yang lain. Bayangkan dan gantilah frasa “harus” menjadi “seandainya” sehingga menjadi kalimat seandainya saja saya lulus, seandainya saya kerja, atau seandainya kamu menjadi milikku. Beda kan makna dan gambarannya ketika “harus” diganti “sendainya”? Begini alasannya, sesuatu yang berbau “harus” memang diidentikkan dengan hal yang sulit, rumit, penuh tekanan, membosankan. Sedangkan seandainya selalu identik dengan hal yang mudah, gampang, dan menyenangkan.

Masih tidak yakin? Oke saya kasih contoh lagi untuk lebih meyakinkanmu. Ketika berolahraga tangan dengan Miyabi lebih enak dan nikmat membayangkan atau tidak? Pasti lebih nikmat sembari membayangkan toh? Coba saja kalau tidak percaya

Sahabat-sahabat saya yang super!

Asahlah keterampilanmu dalam berandai-andai dan berimajinasi untuk meningkatkan taraf kebahagian dalam hidupmu. Bagi yang belum mendapat jodoh bayangkan saja kamu tiba-tiba menjadi suami Dian Sastro yang cantik nan seksi itu. Terasa indah toh! Jangankan Dian Sastro, Raisa, Rai-mu sampai Rai-so pun bisa kamu pacari kok vroohh!

Beranda–andai juga secara tidak langsung menanamkan dalam diri anda sebuah keyakinan dan rasa percaya diri yang tinggi. Kalau kamu membayangkan wajahmu seperti Cristiano Ronaldo atau Si Boy Anak Jalanan, secara tidak langsung kamu juga meyakinkan diri bahwa kamu adalah Ronaldo KW yang sebelas-dua-belas dengan aslinya, yang bisa menggaet banyak cewek dengan sekali lirikan. Wajahmu tidak jelek-jelek amat kok untuk mendaku diri masih sebagai saudara dekat dari garis Adam-Hawa.

Jangan salah dan mengira berandai-andai hanya bisa dilakukan oleh para pemalas lho. Benedict Anderson yang terkenal itu konon mengarang bukunya yang berjudul membayang-bayangkan negara dengan berandai-andai.

Kamu juga bisa menjadi ilmuwan macam Benedict Anderson. Syaratnya satu, lagi-lagi harus dengan berandai-andai. Modalmu bisa menjadi seperti Benedict Anderson ya dengan mengandaikan dan membayangkan saja, wong kuliah gak serius kok.

BERBAGI
Artikel sebelumyaMenjadi Burjois di Jogja
Artikel berikutnyaSak Karepmu
Muhammad Shidiq
Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Jember, aktif di Lembaga Pers Mahasiswa Pijar Pendidikan. Suka membaca artikel-artikel progresif revolusioner daripada ocehan dosen.