BAGIKAN

Berawal dari uanggahan video di Twitter. Video itu berisi potongan saat saya memainkan lagu Sisir Tanah. Lagu itu mengingatkan saya, begitu hebat dan kuatnya iringan nada yang bisa menganalogikan soul dari sebuah teks.

Jika bumi, adalah ibu. Kita manusia memperkosa ibunya. Teks tersebut dibalut kord gitar Em–D–C. Teks itu bisa menimbulkan rasa malu jika saya tetap membuang sampah sembarangan, memetik daun yang tidak bersalah di jalan, dan memaku batang pohon untuk keperluan jemuran saat KKN. Namun ada juga yang ingat skripsi ketika dengar lagu itu.

Saya sendiri mahasiswa yang sedang mencoba peruntungan di bidang musik dengan menyanyikan lagu orang dan menyelipkan lagu sendiri, ehmm. Ya begitulah sisi kreatif yang sedang saya tempuh sampai saat ini.

Lagu bisa jadi penopang semangat kita meraih gelar sarjana. Beberapa platform pemutar musik juga menyediakan daftar lagu untuk menyemangati hidup kok. Kali ini saya mau berbagi playlist untuk kalian yang sedang mengerjakan skripsi. Semoga ini dapat mengembalikan kalian ke jalur mahasiswa yang taat akademik.

  1. Iksan Skuter – Cinta itu adalah

Iksan Skuter musisi solois nasional itu, memberikan analogi yang sangat dekat dengan alam, lalu memberikan bumbu romantisme yang dekat dengan masyarakat. Mirip Sisir Tanah.

Cinta itu adalah semacam kumpulan analogi kehidupan tentang cinta. Contoh liriknya yaitu “ Cinta itu kupu-kupu yang memeluk bunga, saling mengisi mengasihi, saling melindungi”. Ia menganalogikan cinta seperti kupu-kupu dan bunga yang saling meminta dan memberi. Menunjukkan bahwa cinta memiliki keindahan yang tak luput di ekosistem alam dan makhuk hidup di sekitar kita.

Nilai cinta yang diusung lagu ini dapat menjadi pendamping mahasiswa dalam menemukan arti tentang cinta. Bahkan akan lebih baik ketika kalian dapat mencintai apa yang sedang kalian lakukan, contohnya skripsi. Cintai skripsimu yaa~

  1. Ismam Saurus – Limbah

Ismam Saurus adalah sebuah nama yang tak asing lagi di telinga orang Jawa Timur, khususnya Jember. Ismam juga seorang solois yang muncul dengan kritik sosial yang dikemas secara asik. Pendengar dapat merenungi kegelisahan lagu-lagu Ismam.

Limbah mengisyaratkan pemerintah untuk menengok kembali kebijakan-kebijakan yang mereka buat agar lebih memperhatikan kenyamanan aktivitas masyarakat. Ya memang eksternalitas dalam kegiatan ekonomi ada dua kategori: positif dan negatif. Limbah adalah hasil eksternalitas negatif dari kegiatan produksi perusahaan atau pabrik.

Selain menuntut kesadaran dan pemerintah terhadap limbah, lagu ini juga bisa merangsang kita untuk menuntut diri sendiri dalam menyelesaikan tanggung jawab. Mahasiswa punya tanggung jawab. Ya skripsi itu salah satunya. Semangat geess!

  1. Wake up, Iris! – Rain’s Tale

Band ini berisi dua pemain, satu bermain gitar akustik nylon serta bass drum dan satu lagi wanita yang bermain biola sambil bernyanyi dengan lirik berbahasa Inggris. Musik mereka dapat membawa kita ke dunia yang lain, saya menyebutnya dunia dongeng. Dalam dunia dongeng, apapun bisa terwujudkan dan tidak ada yang tidak mungkin. Kolaborasi yang unik ini dapat menjadi pengalaman baru bagi pendengar.

Rain’s Tale menciptakan suasana dongeng tentang hujan dan imajinasi lain dari suasana musik yang disajikan. Saya sih usul, jika mendengarkan lagu ini cobalah membuat tubuh anda kedinginan lalu memakai selimut, sambil minum teh tawar hangat. Uhhh. Jangan lupa skripsinya ya, selamat berimajinasi tentang kata, kalimat, paragraf, prosa, pokok masalah, metodologi, daftar pustaka, dan jabjhbjvcjhsadjgadhb

  1. Kodaline – High Hopes

Setelah viral dengan lagu All I Want, Kodaline memiliki lagu menarik lain, yaitu High Hopes. Dalam bahasa indonesia berarti Harapan yang Tinggi. Instrumen yang digunakan dalam lagu ini identik dengan sesuatu yang lembut, seperti piano, gitar, dan midi yang dapat membawa kita serasa mengambang di dunia ini~

Lirik yang diusung dalam lagu ini berisi tentang kehilangan atau sesuatu yang lepas dan pergi. Namun, ada lirik yang paling repetitif yaitu “the world keeps spinning around”. Dunia ini terus berputar, kita harus tetap hidup. Kehidupan ini terus berjalan, termasuk masa studi perkuliahan kita ya smart pipel.

  1. Kunto Aji – Rehat

Kunto Aji mendapatkan banyak penghargaan ‘album terbaik tahun 2018’. Salah satunya lagu Rehat dalam album Mantra-mantra. Kunto Aji menawarkan bentuk baru dari lagu-lagu sebelumnya.

Rehat memberikan ketenangan dengan beberapa lirik yang sifatnya menghimbau dan memotivasi. Contohnya di lirik “Tenangkan hati, semua ini bukan salahmu. Terus berlari, yang kau takutkan takkan terjadi“. Lirik tersebut didukung instrumen seperti Kodaline. Namun, karena pakai Bahasa Indonesia, mungkin masyarakat bisa lebih rileks mendengarkan, dan bisa lebih memahami apa yang sedang didengarkan. Sama seperti kita mencoba memahami dosen pembimbing. Jangan kardi ya~

  1. Madcon – Beggin’ dan Day Afternoon – Keroncong Perpisahan

Kedua lagu bisa bikin kita menari dan bergoyang. Bila didengarkan sambil garap skripsi, jari-jari akan lebih luwes mengentik.

Lagu Beggin’ sebelumnya dibawakan oleh band rock Amerika The Four Season. Penulisnya Peggy Farina dan Bob Gaudio. Lagu ini makin populer saat dimainkan Madcon, duo musisi hip hop Yosef Wolde-Mariam dan Tshawe Baqwa dari Norwegia. Versi Madcon ini muncul di kalangan Street Dance, bahkan muncul di film Step Up 3D pada tahun 2010. Secara keseluruhan, lagu hip hop biasa disajikan dengan tarian-tarian serta gerak gestur tubuh yang ritmis. Kepopuleran lagu ini dapat membuat pendengarnya juga menari. Jarinya yang menari ya!

Sedangkan Day Afternoon adalah band reggae Indonesia yang terkenal dengan lagu Keroncong Perpisahan. Lagu yang terbit 2015 ini liriknya berisi tentang sebuah harapan, serta kesederhanaan hidup yang bisa dicapai hanya dengan punya anak dua, rumah sederhana, dan berangkat kerja naik vespa.

Menariknya, komposisi musik perpaduan reggae dan keroncong sarat dengan instrumen dawai, membuat komposisi pada lagu ini lebih kaya dan bisa untuk goyang dengan tenang, tidak terburu-buru. Perpaduan dua lagu ini membantumu mengetik dengan santai tapi tetap fokus membuat daftar pustaka dengan baik dan benar.

  1. Asking Alexandria – Not The American Average

Asking Alexandria adalah band ber-genre post-hardcore. Musik Hardcore memiliki ciri khas suara gitar yang tebal dan berat dibarengi lirik tentang kebebasan, cara berpikir, jalan hidup, politik, dan keterasingan. Dengan identitas musik yang keras, genre ini menyelipkan beberapa kalimat dan nada yang benar-benar bisa dibaca dengan jelas. Tidak semua lirik dilagukan dengan teknik bernyanyi ala Hardcore, tapi ada bagian yang dinyanyikan dengan teknik ala musik pop. Bagian inil yang jadi toleransi pecinta musik selain Hardcore.

Lagu ini secara lirik, membangun sebuah kebebasan. Kebebasan tentang cara berpikir. Maka dari itu, lagu ini cocok untuk kalian yang sedang mengerjakan skripsi, karena apapun yang nanti kalian tulis akan dianggap sebagai cara berpikir, coba deh cek lagi BAB II.

  1. Frau – I’m a Sir

Frau adalah nama panggung Leilani Hermiasih atau Lani, seorang pianis, penyanyi, dan penulis lagu yang ditemani oleh Oskar (Piano Digital Roland RD700SX, buatan tahun 1990-an). Lani handal memainkan musik klasik. Ia bernyanyi sembari memainkan pianonya. Bayangkan saja, dengan identitas musik klasik yang dia pakai dibalut dengan suara perempuannya yang lucu dan imut. Satu hal lagi, kemampuan spelling bahasa Inggrisnya juga baik.

Suara piano perkusif dalam lagu ini tidak hanya sebagai pedoman nada, tapi juga sebagai ritme dan ketukan. Seperti sedang menonton pertunjukkan opera, musik klasik, atau orkestra. Macam kaum elit pada zamannya. Pedoman nada pada lantunan piano Lani menyemangati kita agar tetap menjaga ritme mengerjakan tugas akhir. Tetap fokus pada kerangka berpikir.

Itu aja sih, rekomendasi untuk kalian yang sedang mengerjakan skripsi. Semoga berguna untuk kalian yang membutuhkan musik ketika berhadapan dengan teks dan layar komputer.