BAGIKAN

“Rasa sepi pasti ada, pada makhluk yang bernyawa”

Tulisan jelek ini saya dedikasikan untuk dedek-dedek bening yang akan melewatkan liburan panjang diakhir pekan ini.

Jadi begini, dek!

Saya yakin kalian pasti pernah merasakan kesepian, entah itu kesepian karena teman satu kos pada pulang semua, isi dompet sepi yang diisi Pattimura doang, tidak ada kegiatan dan hanya luntang-lantung, ngalor-ngidul tidak jelas hingga lupa jalan pulang karena malam terlanjur malam. Tapi satu hal yang perlu kalian ingat dek, bahwa rasa sepi ataupun merasakan kesepian bukan semata hak milik manusia yang awalnya kasmaran, PDKT, pacaran, lalu putus dan merasa kesepian. Lho, kok bisa? Ya bisa lah dek. Mau bukti? Buktinya sudah saya jelaskan di awal tulisan kalau “Rasa sepi pasti ada, pada makhluk yang bernyawa,” bacanya sambil nyanyi ya, biar tambah asyik. hehe…

Ada lho dek, manusia lain dari jenis spesies berbeda seperti Kakak Syarif yang sukanya melihat hal mrengkel-mrengkel sebagai hak segala bangsa. Enak aja orang pacaran punya hak khusus, sedangkan yang lain tidak. Saya beserta kawan-kawan jomblo sedunia juga mau dong punya hak yang sama di mata hukum dan akan menuntut kepada presiden siksakampus.com untuk merevisi peraturan dan hak khsusus tesebut.

Mari abah-umi, mami-papi, Romeo-Juliet, Layla-Qays, Mas Sadam-Dinot (Eh, salah), saya kemukakan satu alasan lagi -bukan seribu alasan Zaskia Gotik dengan goyang itiknya yang membuat saya semaput- mengapa ada tuntutan hak seperti itu selain alasan yang sudah saya jelaskan di atas.

Setelah menimbang dan seterusnya, menilai dan seterusnya serta memikirkan dan seterusnya. Akhirnya kami memutuskan bahwa hak khusus itu juga merupakan bentuk diskriminatif bagi para jomblo. Bagaimana tidak diskriminatif, jika selama ini ada yang masih menganggap bahwa sepi hanya milik orang yang pernah, sedang, ataupun baru putus pacaran. Prinsip ‘Semua orang sama didepan hukum’ tidak akan berlaku kalau kalian masih melok’i anggapan seperti itu, dek. Iri dong saya yang tidak bisa mendapatkan hatimu.

Mari sejenak tinggalkan dulu masalah tuntut-menutut hak khusus serta masalah per-Cinta-an dan ke-Rangga-an, karena tulisan ini tidak ada kaitannya dengan hal itu. Sekarang mari telisik kehidupan kakak mahasiswa dan aktivis ngehek yang konon juga pernah merasakan sepi, serta mencari tahu bagaimana mereka mengatasi rasa sepinya. Tapi yang jelas mereka tidak seperti tokoh dalam sinetron FTV yang mengurung diri dikamar, menangis, dan menghabiskan beribu-beribu tisu basah (lho, kok tisu basah) untuk mengusap tetesan air yang keluar dari anunya, mengusap air mata maksud saya.

Memang apa saja yang dilakukan oleh kakak mahasiswa keren?

1. Ngopi

Kopi seolah menjadi kebutuhan pokok setelah nasi bagi para mahasiwa, seakan tidak enak rasanya kalau gak ngopi minimal sekali dalam sehari. Apalagi ditambah rokok, surga duniapun akan terbayang dalam pikiran mereka tanpa harus membayangkan bagaimana rasa surga dunia yang sesungguhnya. Ini bagi mahasiswa lho, tapi tidak menutup kemungkinan mahasiswi juga ada. Ini abad 21, vrooh!

Ada beberapa hal sekaligus sebenarnya yang kita dapat dari kopi dan ngopi. Di samping mendapatkan surga dunia, mulai dari mendapatkan kawan-kawan baru untuk berjejaring dan saling menguatkan ataupun membuat jaring dan menangkap ikan, mbribik cewek hingga mbribik orang untuk menulis seperti yang dilakukan Kakanda Sadam kepada saya. Tapi yang paling utama adalah mengusir rasa sepi dan bosan setelah kuliah dengan suasana dan gaya itu-itu saja.

2. Baca Buku

Para patahhatiwan dan patahhatiwati, kesepiawan-kesepiawati, muslimin-muslimat, serta para mbakwan-mbakwati sekalian. Aktivitas yang membosankan bagi kebanyakan orang ini sudah menjadi kebiasaan yang seharusnya patut dicontoh dari kakak-kakak mahasiswa keren jika tidak ingin dirimu galau dan merasa kesepian. Silahkan kalian pilih sendiri buku-buku yang kalian suka tanpa meminta saran dari saya kalau tidak ingin dianjurkan untuk membaca majalah yang lambangnya kepala seekor kelinci.

3. Diskusi

Nah, setelah membaca buku, diskusi menjadi pilihan untuk belajar menyusun kata-kata dalam bentuk teks ke kata-kata lisan dengan tujuan melatih daya nalar. Maka tidak usah heran kalau ada kakak aktivis yang lancar dan panjang ketika berargumen laiknya ular yang mencari ekornya. Tapi satu hal yang perlu diingat, dek. Inti diskusi sebenarnya adalah saling bertukar pendapat, tak usahlah tukaran dan saling ngotot-ngotan seperti tali kolor saya yang sengaja ditarik biar tidak melorot, agar harga dirimu tak sama dengan harga sebuah kolor.

4. Media Sosial

Semua jenis media sosial mulai facebook, twitter, path, instagram dll menjadi pilihan selanjutnya bila tidak suka dengan aktivitas ngopi, baca buku, dan diskusi. Jangan dikira media sosial hanya tempat berseluncur didunia mbak Maya, kalian juga akan mendapatkan banyak informasi termasuk dari situs web siksakampus.com kece dan keren ini yang dikelola mantan kakak aktivis yang kurang kerjaan. Patut ditiru dan diapresiasi lho, dek. Tapi ada satu hal yang harus kalian ingat, kalian butuh paket data untuk revolusi.

Nah itu dek, beberapa hal bermanfaat yang bisa kalian lakukan selama liburan dan bisa menjadi obat buat orang yang lagi kesepian a la kakak mahasiswa dan aktivis keren yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

Akhirul kalam, Jangan lupa sampaikan salamku untuk orang tua kalian.