BAGIKAN

Menjadi aktivis mahasiswa kekinian merupakan mimpi ideal dari anak bangsa kekinian. Bagi kalian yang selama ini tergolong kalangan yang cupu atau kupu-kupu jangan bermuram durja. Saya punya kiat untuk merevisi jalur hidup anda. Percalayah bahwa citra itu dibentuk bukan ditunggu kedatangannya. Segera privatisasi takdir anda sendiri. Berikut kiatnya pahami secara perlahan:

  1. Abadikan kenangan yang penuh skenario.

Setidaknya anda harus punya kamera gadget. Setelah agenda seminar usai, naiklah ke podium lalu minta seorang teman memotret anda. Setelah itu unggah foto anda tersebut ke sosial media. Anda akan dipandang sebagai seorang mentor atau orator yang menjadi poros penting bagi kaum intelektual.

  1. Jadilah perpustakaan berjalan.

Ke mana-mana membawa buku lebih dari lima. Empat simpan dalam ransel, satu buku bawa dengan cara menjinjingnya.

  1. Penampilan sok rebel.

Sobeklah seluruh celana panjang yang anda punya. Buat guratan tepat pada bagian atas atau bawah dengkul. Ingatlah semakin besar sobekan pararel dengan tingkat rebel.

  1. Pakai baju sablonan bergambar tokoh penting.

Itung-itung sekaligus menyumbangkan mitos tentang kekuatan dan eksistensi si tokoh. Dari sana kau bisa mendompleng nama besar si tokoh. Namun siapkan hujatan ekstrem ketika ada yang bertanya tentang siapa itu Tan Malaka yang gambarnya ada dalam kaosmu. Misalnya hujat balik mereka dengan begini, “Kau mahasiswa yang pola pikirnya masih bayi ya. Masak tokoh besar yang ada dalam kaos saya aja gak tau. Sana tempuh SKS buat bertapa dan menggali referensi dalam-dalam.”

  1. Nongkrong di ruang elit.

Pergilah ke sevel atau cafe keren di kotamu. Ibaratkan tubuhmu sebagai kuil. Maka kau akan berpikiran bahwa segala junk food akan berduyun-duyun datang ke dalam dirimu untuk beribadah.

  1. Ngobrol di ruang terbuka dengan para perempuan.

Dengan siapa anda berbincang akan mempengaruhi kualitas pertemuan anda bagi mereka yang di luar lingkaran. Tapi jangan pernah mencoba bermesraan dengan kuda di ruang publik. Sebab akan muncul asumsi bahwa anda penunggang yang unggul.

  1. Petingkan ekspresi saat berkomunikasi.

Berlagaklah layaknya oratur ulung saat berkomunikasi. Permainkan gestur tubuh dengan tegas. Manfaatkan pula air liur anda, setetes muncratan setara dengan dua kali lipat kepercayaan pendengar anda. Hardik mereka agar mereka percaya karena takut dengan ketegasan anda.

  1. Selalu bertanya di dalam kelas.

Sebisa mungkin acungkan tangan lalu bertanya kepada dosen. Masa bodoh dengan esensi pertanyaan yang kau lontarkan. Semakin ribet tata bahasamu, maka kau akan semakin keren. Misalnya pakailah istilah aneh yang tak mungkin dipahami oleh dosenmu. Contohnya, “Pak, apakah cogito bisa menemukan ke-ontetik-annya ketika dia terjerumus dalam kondisi unconsciousness. Tentu karena dalam unconsciousness pun setiap human yang bernapas tengah menyadari ke-unconsciousness-an ansich.” Nah ketika pertanyaan itu kau lontarkan, otomatis dosenmu akan segan dan malu untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak dia ketahui. Maka dari itu dia pastinya akan merespon pertenyaanmu dengan kalimat-kalimat sok taunya. Atau pula segera mengakhiri perkuliahaan.

Begitulah kiat yang saya dapatkan setelah beguru beberapa detik di persimpangan akal sehat. Selamat menunaikannya. Jika tak kunjung berhasil segeralah menebus resep di warung kopi terdekat. Sebab di sana anda akan bertemu dengan realitas dan para aktivis yang membongkar kedok dogma Salihara sebagai pusat kebenaran absolut. Berbincanglah dengan mereka.