BAGIKAN

Sekarang saatnya anda terkenal itulah salah satu slogan aplikasi berbasis karaoke yang meramaikan timeline beberapa sosial media akhir-akhir ini. Saat ini aplikasi tersebut telah diunduh lebih dari 50 juta orang. Fantastis! Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah orang yang mengunduh aplikasi ini memang berupaya untuk terkenal? Sepertinya tidak.

Smule saat ini menjadi primadona bagi pemakai gadget, terutama smartphone. Banyak beredar video-video yang di-share melalui aplikasi ini. Saya sering menjumpai –walau saya bukan penggguna Smule– beberapa video yang rupanya agak membuat hormon kelelakian saya naik.

Biar saya ceritakan satu saja yang pernah saya temui. Pada suatu malam yang sepi, namun agak panas dan berteman kipas sakti warisan leluhur. Saya menyibukkan diri dengan ber-stalking ria di Facebook. Mengunjungi timeline beberapa teman untuk melihat bagaimana keadaan mereka. Tak lupa juga mengunjungi timeline sang mantan yang semakin lama semakin aduhai, uhfffttttt.

Aksi stalking itu tak berlangsung lama, selebihnya adalah komen-komen nglantur biar dikira eksis, dan hitz. Setelah beberapa menit kemudian saya dikejutkan dengan adanya postingan video yang di-share oleh teman Facebook yang tak saya kenal. Tak apa sih, karena aku menikmati lo.

Dalam video tersebut terdapat dua sejoli yang sedang menyanyikan sebuah lagu dengan begitu percaya diri. Walaupun dengan suara yang pas-pasan dan intonasi yang, haduh udah deh gak usah dibahas. Tapi yang perlu dipandang adalah pakaian si perempuan yang hanya mengenakan bra dan kancut. Namun indah jika tak dipandang sebelah mata. Pastinya membuat mata saya semakin awas dan waspada di tengah malah hari. Dan yang lebih bermanfaat lagi adalah membuat badan semakin segar sehingga semakin berani bermimpi tentang masa depan. Hemm.

Di tengah ramainya pemberitaan mantan jendral yang membuat pengumuman berdirinya salah satu partai terlarang. Dan sibuknya dunia maya dengan hadirnya filsuf baru yang juga mantan jendral yang dianggap kontroversial. Saya lebih tertarik memperhatikan ramainya video-video hot yang beredar luas di media sosial khususnya Facebook. Yang malah membuat saya semakin tahu kondisi batin masyarakat. Daripada mengikuti lawakan yang ramai dilakukan oleh para jenderal.

Melihat bagaimana penggunaan aplikasi Smule, saya semakin lama semakin merasa resah dan terganggu. si dedek apalagi. Uhhh... Maka perlulah kali ini MUI (Majelis Ulama Indonesia) rahimahumullah mengeluarkan fatwa mengenai aplikasi tersebut. Jangan hanya rokok dong yang dikasih fatwa! MUI sebagai lembaga tinggi ulama yang juga bertanggungjawab menciptakan masyarakat yang berkarakter seharusnya peka dengan hal ini.

Berhubung ini adalah awal bulan Ramadlan, maka ada beberapa saran dari saya untuk MUI. Pertama melaksanakan apa yang telah diperintahkan dan menjauhi apa yang telah dilarang oleh Tuhan. Karena ini sudah termasuk kewajiban umat beragama. Kedua, membuat video contoh pemanfaatan aplikasi Smule dengan baik dan benar. Ketiga, memfatwakan dan memberi logo halal kepada aplikasi-aplikasi yang dinyatakan lulus uji kelayakan MUI. Dan yang terakhir, mengajak para pengguna Smule dengan memanfaatkan aplikasi tersebut dengan sebaik-baiknya dan sebijak-bijaknya.
Semoga kita termasuk orang yang dirahmati dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Marhaban ya ramadhan.