BAGIKAN

“ Ngelmu ora cukop mong teori-teori sing mong dimengerti, nanging isi pitudoh bab bebuden lan tindak laku kang kudu katindakak”.

Ilmu digunakan bukan hanya sekededar ngomong teori, layaknya ustad yang berceramah di depan jamaah. Namun ilmu tidak akan ada gunanya apabila tidak dilakukan dengan tindakan. Susah-susah mudah untuk mendapatkan ngelmu salah satunya ilmu kebatinan, cukup dengan melakukan ritual yang sacral kita dapat memiliki ilmu batin. Namun dibalik pelaksanaanyan pasti ada godaan-godaan yang membuat ritual itu dirasa sangat berat bagi beberapa orang yang pernah melakukannya. Bukan hanya ilmu kebatinan yang cara mendapatkannya susah-susah mudah.

Seperti halnya bertapa atau melakukan ritual-ritual, ketika kita akan menempuh pendidikan kuliah di awal masuk, sebagai mahasiswa baru diwajibkan untuk melakukan aktifitas yang tidak kalah nilai ke_sakralanya. Ospek biasanya mahasiswa menyebut kegiatan yang skral tersebut.

Seseorang yang ingin mendapatkan ilmu kebatinan pastinya melakukan kegiatan-kegiatan yang memiliki nilai sacral. Seperti bertapa ditempat yang memang dianggap energy ghaib. Melakukan puasa, untuk menahan godaan nafsu dunia seperti amarah, hura-hura, makan minum dan yang sering anak muda sulit menghindari yaitu godaan lawan jenis. Selain itu juga melakukan amalan-amalan bacaan mantra yang memang dipercayai dapat meningkatkan ilmu kebatinan yang ada didalam diri.

Hal-hal tersebut memiliki nilai sakralitas yang tinggi, dengan tujuan mendekatkan diri kepada sang pencipta dan berharap mendapatkan ridho-Nya. Berupa ngilmu kesakten pambuden. Begitupula dengan mahasiswa baru, untuk mendapatkan ilmu yang berupa sertifikat kelulusan Ospek meraka harus melakukan ritual ospek terlebih dahulu.

Di dalam ritualnya, ada beberapa kegiatan yang memang di tuntut untuk patuh layaknya tirakat. Seperti mereka harus duduk diam menahan gerak, karena salah gerak sedikit mereka sudah dinilai tidak sopan oleh panitia ospek_dikira ini bukan warung kopi yang bisa gerak semaunya. Umumnya alasan tersebut yang digunakan untuk memarahi mahasiswa. padahal di warung kopi pun juga aturan sopan santunnya namun tidak sekaku bersikap didalam ruang kuliah.

Selain itu para peserta ospek juga harus menahan nafsu mereka, nafsu biologis. Bukan masalah lawan jenis lhoooo… namun yang lebih mendasar seperti makan dan minum. Sama dengan berpuasa, para peserta ospek juga di atur waktu makannya. Karena ketika meraka sedang mendapatkan materi terkait dengan kampus, para peserta ospek harus mnghormati si pemateri. Seperti harus duduk diam dengan posisi kaki rapat dan dua tangan diatas meja. Tanpa diperbolehkan makan sampai waktuyang sudah ditentukan panitia.

Begitu sacral Ospek itu, hanya sekedar ingin mendapat ilmu yang berupa sertifikat kelulusan ospek para mahasiswa baru harus melakukan ritual se-sakral itu. Sedikit pesan yang dapat saya kutip dari ajaran Mbah Petruk

Kuncung ireng pancal putih,

Swarga durung weruh,

Neraka durung wanuh,

Mung donya sing aku weruh,

Uripku aja nganti duwe mungsuh.

Jika Mbah Petruk belum tau bagaimana kondisi surga dan neraka. Dan hanya keadaan  di dunia lah dia tau. Dia hanya berpedoman dalam hidupnya agar dalam kehidupannya dia tidak memiliki musuh. Untuk itu buat mahasiswa baru yang belum tau kondisi kampus yang mereka tau hanya kondisi SMA, ikuti saja alur Ospek di fakultasnya masing-masing dan laksanakan dengan tanggung jawab. InsyaAllah kalian mendapatkan Ngilmua yang kalian harapkan. Renungkan saja setiap tindakan yang ingin kalian lakukan, hal tersebut akan mengantarkan kalian pada Ngelmu yang sejati dan membuka keberadaan kalian.