BERBAGI

Saya merupakan salah satu mahasiswa di fakultas sastra universitas jember,yang sekarang (kata mahasiswa “tua”) sudah gak nyastra lagi. Sekarang hal-hal yang berbau satra hanya bisa kita dapatkan di bangku kelas, mendengarkan bapak ibu dosen ngobrolin sastra. Setelah bel tanda kelas berakhir, “obrolan sastra” itu sendiri hilang,atau lebh tepatnya disimpan buat pr dikosan. Kegiatan  nyastra atau ruang diskusi dikampus ini  sudah minim atau bahkan hampir hilang.

Dulu beberapa alumni sering kali mendongeng di kansas(kantin sastra) , bahwasanya di tengah-tengah kampus ada panggung terbuka. Tempat dimana mahsiswa berekspresi. Enth mereka yang ingin berpuisi, monolog,main musik,bahkan buat diskusi. Tapi panggung terbuka tinggal kenangan. Seiring dengan dibangunnya gedung baru yang  kini sudah punya nama,yaitu tokoh pendidikan ndonesia Bapak Ki hajar dewantara. Panggung terbuka tidak hilang tapi dipindah kepojokan fakultas, yang masih ditanami semak belukar dan sarangnya nyamuk. Mahasiswa mana yang hendak bersantai disana sambil menunggu kelas. Tenttunya mahasiswa sekarang lebih memilih duduk dikoridor memangku laptop mengerjakan tgas, tidak sedikit pula yang buka sosial media.

Panggung terbuka dipojokan kampus sekarang tidak terpakai, menyedihkan ruang berekspresi  d kampus sudah tak berfungsi dengan baik. Tidak hanya itu yang hilang atau lebih tepatnya hilang sementara,kansas yang dulu tempat “ngopinya” mahasiswa dengan dosen-dosenpun sekarang belum tersedia. Hampir satu tahun fakultas sastra tidak punyakantin. Secara otomatis obrolan-obrolan kritis yang sering muncul antara dosen dan mahasiswapun berkurang. Okelah, Mahasiswa mash bisa survive untuk mencari tempat ngopi lainnya, tapi para dosen tidak ada waktu buat hal tersebut.

Tapi jangan keburu sensi dulu dengan kampusku. Meskipun ruang berekspersi  di kampu berkurang. Sekarang pihak fakultas sedng mempercepat pembangunan fasilitas kampus. Mulai dari gedung baru yang pada saat saya maba hanya 2 lantai,kini sudah 3 lantai. Pembangunan kantin baru. Kata pihak fakultas sih bakal lebh nyaman. Tapi ayangnya masih saja belum jadi.ya kita tunggu sajalah.lalu, kini semakin banyak gazebo yang dibangun. Setidaknya mahasiswa yang ngenet,tidak agi di kordor yng sering kali menggaggu mahasiswa yang lewat.

Ada ruang-ruang diskusi baru yang dibuat oleh fakultas. Tidakhanya itu, fakultas kini menyulap sastra yang dulu terlihat suram (dilihat dari cat temboknya yang sudah lapuk) kini begitu berwarna. Seperti pelangi,merah kuning hijau.ada semua. Ya gedung gedng d kampus di cat cerah, saya pernah mendengar bahwa warnapun bisa mempengaruhi manusi untk berfikir, mungkin itu tujuan dari pihak fakultas, supaya mahasiswa lebih mudah berfikir tentang tugas-tugasnya yang setiap mata kuliah ada tugas, dengan melihat warna-warna cerah. Lalu tanam-tanam yang beraneka ragam berjajar rapih dipinggiran trotoar, menambah asri kampusku ini,ditambah gemercik air yang mengalir dari taman buatan. Tidak anya sampai disitu jika malam menjelang lampu-lampu yang ditempelkan di batang-batang pohon menambah suasana penuh warna dikampus sastra. Malah banyak mahasiswa yang memuji, kalau sastra sekarang menjadi taman budaya. Gak kalah dengan alun-alun deh kalo buat mejeng.

Kini fakultaspun membangun pendopo, ya ini ruang publik yang baru yang diberikan fakultas bagi mahasiswa. Dengan ukuran kira-kira  3×5 sudah cukup bagi mahasiswa untuk saling bertukar pikiran. Apalagi difaslitasi dengan saklar listrik yang bisa buat ngcharge hp atau laptop dan tidak ketinggalan pula sinyal wi-fi yang tidak terlalu cepat juga sh tapi setidaknya cukuplah buat cari tugas, download lagu dan buka facebook.

Semenjak hilangnya kantin dan sudah rampungnya sebagian besar pembangunan di kampus membuat para mahasiswa betah berlama-lama dikampus. Pendopo jadi salah satu pusat berkumpulnya mahasiwa,tidak ketinggalan dengan laptop dan hp nya yang terkoneksi kejaringan internet. Pendopo memang tempat yang paling nyaman buat bersantai sambil nuggu kelas. Apalagi dengan lingkungan sastra yang penuh warna dan asri.

Selain itu, Tidak jarang mahasiswa memakai taman kampus sebagai spot selfie yang baru. Wajarlah mahasiswa yang bangga dengan kampusnya lalu menguploadnya ke sosmed supaya seisi planet bumi  tahu semua bahwa kampus kami kini jauh lebih indah. Selain itufasilitas kampus yang baru inipun bisa jadi tempat ngerumpi para mahasiswa, entah ngebahas kuliah,tugas,atau gebetan, masih jarang yang bahas jam malam dikampus,hihihihi

Pendopo kampus menjadi tempat paling favorit bagi para wi-fi hunter. Memang tidak hanya disitu sinyal wifi bisa terkoneksi dengan mudah. Tapi hanya disitu yang meyediakan saklar kalau-kalau batrai habis. Memang fakultas mengerti apa yang mahasisa inginkan.

 

BERBAGI
Artikel sebelumyaCoklat Kado Valentine
Artikel berikutnyaCerita dan Saran untuk PD II FSUJ
Pembantu umum di UKM Kesenian yang kebetulan suka nungguin Bulan tiap malem. calon sarjana inggris di UNEJ.