BAGIKAN

Surga bagi bagi mahasiswa perantauan adalah makanan yang enak, murah, dan banyak. walaupun terkadang surga tersebut bisa digantikan oleh sebungkus mie instant di akhir bulan. Bagi mahasiswa yang gemar jajan seperti saya, mencari tempat makan baru dengan harga yang tidak mencekik kantong ajaib adalah solusi.

Tempo hari saya mencoba salah satu inovasi makanan di salah satu warung kapitalis. Makanan yang saya pesan diadopsi dari nasi uduk dengan ciri khasnya nasinya yang gurih menggugah iman untuk membeli dan memakannya secara lahap. Namun harapan saya bertepuk sebelah tangan. Pesanan yang datang adalah nasi lembek dengan cita rasa tidak terlalu gurih yang membuat saya ingin berkata kotor dan tidak lagi bergairah untuk memakannya.

Setelah saya pikir-pikir nasi uduk ini lebih mirip dengan nasi liwet. Sambal terasi, bawang goreng, ayam chrispy, dan telur mata sapi menjadi pelengkap dalam hidangan tersebut. Biaya yang harus saya keluarkan memang cukup mencekik kantong ajaib. Walaupun kurang puas, minimal saya tidak penasaran lagi dengan nasi uduk rasa nasi liwet di warung tersebut.

Hari berikutnya, saya mengunjungi salah satu warung yang merakyat sekali untuk kalangan mahasiswa. Saya hanya mengeluarkan uang enam ribu rupiah untuk satu porsi makan berisi nasi, dua macam sayur dan ayam goreng. Sangat murah bukan?

Masakan rumahan yang dikelola oleh Bu RT (sebutan mahasiswa kepada penjual warung) ini laris di kalangan mahasiswa terutama pada saat akhir bulan. Penjualnya sangat ramah, selalu bercerita tentang keluh kesah diusianya yang sudah sepuh dan bernyanyi tembang jawa ketika ada yang membeli atau membayar. Saya pernah bertanya kepada Bu RT tentang alasannya tetap berjualan di usianya yang sudah sepuh. Jawabannya cukup sederhana dan menginspirasi, “daripada tidur-makan-tidur, mendingan beraktivitas seperti jualan ini, Nduk.” Jiwa muda yang tergambar dari jawabannya tersebut membuat saya kagum. Ini menjadi tamparan yang halus bagi saya, mumung masih muda, harus semangat juga dalam beraktivitas.

Warung mahal maupun murah sebenarnya tergantung kebutuhan perut dan keinginan sih, bener kan? Boleh sih kita makan junkfood atau makanan yang mencekik kantong ajaib. Tapi sebulan sekali agar saat akhir bulan kita nggak kekurangan uang jajan banget. Tipsnya sih, pertama dikasih gaji atau uang jajan, bolehlah kita makan makanan yang mencekik kantong sekali saja, sisanya tetep makanan rumahan yang tidak kalah enaknya atau bisa stok mie instant. Eh, tapi saya tidak mengajurkan lho ya. Nanti kebanyakan mie instant dan terlanjur sakit malah kebutuhan keuangan membengkak.

Oh ya, tidak hanya Bu RT yang murce alias murah cekali. Ada warung Texas, Texas Putra, dan Bu Tini. Ups, ini bukan promosi lho ya, tapi hanya memberikan rekomendasi dan berbagi informasi tentang warung makan yang memberikan surga bagi para mahasiswa. Karena kita sangat perlu memilih-milih makanan untuk menjaga kesehatan tubuh. Oh ya, tempat makan yang murce tadi adanya di Kota Yogyakarta. Lebih tepatnya di daerah kampus Sanata Dharma, Mrican.