BAGIKAN

Siapa yang tidak butuh makan? Semua orang, dari yang perutnya sixpage sampai yang buncit, tidak luput dari urusan makan. Tidak heran bisnis kuliner selalu memiliki tempat di hati umat manusia.

Tapi kawanqu, pernahkan kalian mengamati dunia yang kian kemari kian sulit dimengerti seperti perempuan (kata lelaki yang males mikir). Bijimana tidak, orang jaman dulu makan karena lapar tapi saat ini orang makan karena gaya hidup. Dulu, singkong dan talas  menjadi pengganjal perut saat lapar mendera. Sekarang makanan yang bisa masuk perut harus berlabel kekinian macam fastfood atau junkfood. Jika kita analogikan dalam abjad, kenyang mah urutan terakhir.

Kenyataan macam ini ditangkap dengan baik oleh para artis kita. Mereka yang sama sekali tidak mempunyai bakat bisnis kuliner berbondong-bondong jualan makanan. Tentu sah-sah saja jika yang mereka jual ternyata bukan hanya makanan tapi juga nama tenar, ditambah dengan menampilkan senyum manis artis membalut wajah menawan. Terus kenapa? Ya tidak apa-apa sih

Bu Happy juga pada akhirnya dikenal dengan nama besar bagi kalangan mahasiswa pecinta micin di Jember. Sego sambel Mak Yeye jadi jujukan pengunjung kota Surabaya karena dikenal dari mulut ke mulut sebagai penyaji sambelan tiada duanya. Jaringan Burjo di Yogyakarta juga dicari-cari sebab ketenarannya.

Tapi perjuangan memperoleh nama tentu usahanya berbeda. Para artis itu memperjuangkan nama usahanya melalui ketenarannya sebagai artis, buka outlet kue, launching, ajak pembeli wefie deh. Sedangkan perjuangan Bu Happy, Mak Yeye maupun para pemilik Burjo murni sebagai pelaku bisnis kuliner. Jam terbang yang tinggi dalam menjaga kualitas lah yang menjadi penentu berapa lama bisnis mereka bertahan. Asam garam dunia kuliner tak asing bagi mereka.

Perlulah disebutkan beberapa produk kue oleh-oleh yang sedang kita Ghibah kan ini. Kuliner kekinian yang menarik perhatian dua tahun terakhir. Aneka kue oleh-oleh ini tersebar di berbegai kota. Sebut saja Bandung makuta milik artis Laudya Chintya Bella, Medan Napoleon milik Irwansyah, Malang Srundel milik Teuku Wisnu, Vidi vini vici milik penyanyi solo Vidi Aldiano hingga Vallen cake milik penyanyi koplo pemilik fansbase Vyanisti, kak Via Vallen itu.

Adapula yang lebih kreatif dengan menambahkan tagline menarik perhatian, Surabaya Snowcake milik Zaskia Sungkar memasang taglineIki Sing Nagihi’, Bogor Raincake milik Shireen Sungkar dengan tagline “Sepotong Kisah” (mungkin makan kue ini akan mengembalikan sepotong kisah yang terlupakan), Mamahke Jogja milik Zaskia Adya Mecca tak mau kalah dengan mengangkat tagline kedaerahan ‘Istimewa Rasane’. Begitu pula Cirebon Sultana milik pasangan Indra Bekti dan Dilla dengan tagline ‘oleh-olehe wong cirebon jeh’. Gigiet Cake milik Nagita Slavina mungkin membidik kaum millenial dengan tagline ‘Segigit Bikin Hits

Siapa tak kenal nama-nama artis di atas, sudah pasti nama-nama itu malang melintang di layar kaca. Mulai sinetron yang tayang setiap hari hingga program infotainmen yang tayang pagi-pagi sekali.

Sebagian mereka menggunakan nama kota mengekspansi kuliner asli dan mendaku oleh-oleh khas kota tersebut. Yah, masih sah-sah saja. Saya tidak mau nyinyir ah, nanti bisa viral. Saya Cuma ingin mengajak kawan-kawan agar tidak melupakan makanan oleh-oleh yang telah teruji. Ingat yang indah belum tentu setia.

Karena Bu Happy, Mak Yeye hingga Burjo adalah para penyelamat perut kelaparan rasanya kurang pas disandingkan dengan oleh-oleh kekinian. Masak nasi sambelan dibandingkan kue bolu bongkar pasang topping.

Lebih pas dibandingkannya dengan sesama kue oleh-oleh. Misalnya kue lapis Surabaya, keripik tempe Malang, Bakpia Pathok Yogyakarta dan makanan daerah lainnya. Ini bisa jadi pilihan. Ingat pilihan karena saya bukan ahli kuliner yang pandai me-review mana makanan enak dan kurang enak.

Dari segi harga pun relatif, kue para artis berkisar 65 ribu hingga 90 ribu (bisa berubah sewaktu-waktu), kue lapis Surabaya dan bakpia pathok juga tak jauh berbeda. Kalau keripik tempe lebih murah 80 ribu sudah dapat satu kardus berisi 6 bungkus.

Teruntuk sobat misqinkuh, sudahlah tak perlu mikir beli kue oleh-oleh. Kalian tak berhutang ongkos ojek saja sudah cukup.

Nah pilihan ada pada kawan-kawan sekalian. Pilih kuliner mengenyangkan atau rasakan sensasi kekinian. Pilih mereka yang sudah teruji layak jadi oleh-oleh dan tidak bikin diabetes calon mertua kambuh atau mau ngajak mertua menikmati kue sambil nonton artis yang jualan di infontaimen. Ya itukan pilihan.

Saya sih tetep pilih kamu ….