BAGIKAN

Setelah bola yang ditendangnya melayang di atas mistar gawang, saya tidak bisa menahan mulut untuk tidak berkata kotor. Lumpuur!

Laga final melawan Chile (26/6) merupakan kali ketiga Lionel Messi bersama Timnas Argentina, laga itu juga merupakan kali ketiga dia menelan kekalahan, lalu menangis. Di dua hasil laga final sebelumnya, Piala Dunia 2014 dan Copa Amerika 2015, Messi tidak mampu membendung air matanya. Kini, ketika momen itu terulang kembali, dari dalam kamar kos yang apek ingin sekali rasanya saya berlari ke tengah lapangan untuk menyekat air matanya yang berguguran sembari berujar, “Modyaar,Su.

Sebagai seorang bintang (bukan Bintang saya lho ya) yang menjadi harapan negaranya, kegagalan dari titik dua belas pas itu tentu menyayat hati. Saya pernah di posisi itu, dua bulan lamanya pedekate, dua kali nembak, dua kali pula ditolak. Eh, seminggu kemudian dia pacaran dengan pria lain, tentu hati terasa diblender selebur-leburnya. Tapi kegagalan Messi malam itu sedikit membuat saya sumringah, saya lega, setidaknya saya tidak sendirian pernah merasakan hati sesakit itu. Terima kasih, kak Messi!

Namun, tampaknya satu hal yang perlu kak Messi sadari, air matamu tentu tidak akan jatuh sesering itu jika bergabung dengan pers mahasiswa (persma). Percaya deh, dengan aktif sebagai pegiat persma, kakak tidak akan secengeng itu. Persma akan melatih kakak menjadi pribadi kuat dan tegar seperti saya, ketika momen ditolak itu terulang untuk kedua kalinya tak satupun air mata saya menetes. Laah gimana mau nangis, wong dibredel saja biasa-biasa saja.

Kelak jika kak Messi sudah bertekad aktif di persma, jangankan gagal penalti, dibangkucadangkan seumur hidup saja kakak akan baik-baik saja, tidak ada yang perlu dirisaukan. Dari sejak anggota magang, kakak akan dilatih mentalnya dengan dicaci-maki narasumber, tulisan ditolak redaksi sampai dibentak senior karena telat deadline. Itu semua akan kak Messi hadapi demi mental sekuat baja.

Jangankan bersinggungan dengan pelatih, saling maki dengan rektorat saja kakak akan baik-baik saja, cedera yang saban musim diderita tidak akan nongol lagi. Persetanlah dengan latihan fisik dan latihan skill, kita akan ngopi dan diskusi tiap malam sampai mulut berbusa. Oh ya, jenggotmu itu kenapa dipanjangin? Ah, kakak ini salah bergaul. Nanti deh, jika sudah resmi menjadi anggota persma saya tunjukkan rambut mana yang mesti dipanjangin.

Bergabung dengan persma itu hanya tiga tahun kok, tidak perlu waktu lama-lama. Nanti kalau sudah demisioner atau alumni, kakak masih bisa berhubungan dengan adik-adiknya. Tidak perlu pakai acara pensiun dini karena kecewa tidak cetak gol. Persma adalah tempat yang cocok bagi kak Messi yang melankolis. Serius.

Lagian buat apa sih kakak senang sekali berlarian kejar bola? Nanti kalau sudah jadi anggota magang saya hadiahi satu bola deh buat berita yang kakak tulis. Eits, tapi bukan berita pencitraan lho ya, seperti yang diinginkan bapak itu, berita yang kritis dong. Pengalaman kritis ini bisa kakak terapkan nanti dalam bermain bola, kakak bisa toyor kepala Luis Enrique yang masih memakai tiki-taka yang membosankan itu. Ajari dia jadi pragmatis!

Nanti, sehabis ikut Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD), pers mahasiswa akan memperkenalkan kak Messi lagu-lagu yang sebelumnya asing ditelinga, tidak melulu lagunya Enrique Iglesias atau Marc Anthony yang alay itu. Kakak akan perlahan hafal lagu Buruh Tani, Pembebasan, dan juga Darah Juang. Itu lho, lagu yang sering dinyanyikan para aktipis sambil mengepalkan tangan di udara.

Ada baiknya juga nanti kak Messi ikut berdemonstrasi, pegang megaphone, atau bawa banner di barisan paling depan. Belum pernah kan merasakan perihnya gas air mata? Selama ini hanya mengeluarkan air mata saja tho? Ya makanya, dengan ikut berdiri-berbaris kakak akan tahu rasanya. Teriak di depan Polisi berseragam itu lebih nikmat daripada selebrasi gol ke pojok lapangan.

Oh ya, beberapa bulan terakhir santer beredar kabar bahwa kakak diperkarakan oleh kepolisian Spanyol atas tuduhan penggelapan pajak, nama kakak juga tercatat dalam Panama Papers. Duuuh kak, lenyapkan dulu mental nilep seperti itu jika ingin jadi anggota persma. Hentikan juga kontrak iklan dengan perusahaan apparel ataupun shampoo (Eh kalo sampo gak apa-apa deh), seperti Adidas, Nike, dan Head and Shoulders karena mereka itu kaki-tangan kapitalis. Terkutuk mereka itu.

Jumlah kekayaan yang mencapai Rp. 646 miliar itu sudah saatnya disedekahkan, terlebih sekarang bulan puasa. Spanyol dan Argentina adalah dua negara surga sepakbola yang miskin. Kak Messi harus rela menginfakkan hartanya demi pendidikan dan kesehatan kedua negara itu. Lagian apa ruginya sih kalau uang itu disedekahkan, wong tiap minggu terima gaji Rp. 11 miliar kok.

Jika nanti mentalnya sudah kokoh dan penyakit cengengmu hilang, baru deh boleh merumput lagi. Tapi jika dikemudian laga masih sering nangis, kembalilah. Pintu persma terbuka lebar untukmu.