BERBAGI

Akhir-akhir ini saya merasa menjadi orang yang beruntung karena polemik hak angket dan berbagai twit barokah milik Wakil Ketua DPR, padoeka jang moelja Fahri Hamzah. Keberuntungan itu datang karena akibat polemik tersebut, saya kenal dan tahu bahwa ada dedek gemez yang fokus dan mumpuni berbicara tentang politik Indonesia. Coba tebak siapa? Bukan Zaskia Gothik, bukan juga Dian Sastro maupun Chelsea Islan.

Dia adalah Tsamara Amany, Mahasiswi semester VI Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Paramadina. Jika Tsamara masih semester VI, maka cocoklah dengan saya yang sudah semester XII ini. Sudah jangan protes ya, mumpung saya jomblo jadi bisa punya fantasi berpasangan dengan siapapun.

Saya terpukau dengan sosok dek Tsamara, atau saya panggil dek Sammy saja ya. Dia yang punya umur masih muda tapi sudah jadi Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia Bidang Eksternal. Sebwa trobosan dari generasi millenial Indonesia. Apalagi dek Sammy ini punya cita-cita menjadi gubernur DKI, saya sangat mendukung karena dek Sammy punya beberapa modal yang bisa mendukungnya sebagai seorang gubernur dan saya siap mendampinginya sebagai wakilnya.

Kuliah di jurusan komunikasi membuat dek Sammy mempunyai pesona jika sedang berbicara. Karena memang mahasiswa jurusan komunikasi harus punya kemampuan public speaking yang bagus, jadi tidak usah diragukan lagi jika dek Sammy tidak kagok ketika harus berbicara di depan umum. Itu adalah modal awal Tsamara sebagai seorang politisi, sama seperti Vicky Prasetyo, bakal calon walikota Bekasi yang punya kemampuan public speaking di atas rata-rata.

Selain itu sebagai mahasiswa jurusan Komunikasi, dek Sammy tak usah diragukan lagi pengetahuan politiknya. Karena dalam jurusan tersebut, wacana politik adalah hal yang wajib dipelajari apalagi jika sudah memilih konsentrasi penjurusan. Lihat saja logika politik dek Sammy ketika mengajak Fahri Hamzah perang twit. Sunggung mempesonah~

Mahasiswa jurusan komunikasi macam dek SAmmy cocok lah bersanding dengan mahasiswa sastra macam saya. Jikalau nanti dek Sammy benar-benar maju menjadi bakal calon gubernur DKI, maka saya siap mendampinginya sebagai bakal calon wakil gubernur. Tsamara punya kemampuan publick speaking yang bagus serta wacana politik yang mumpuni, maka saya sebagai mahasiswa jurusan sastra punya kemampuan bikin puisi buat niduri anak orang buat kampanye. Selain itu saya juga bisa menuliskan perjalanan perpolitikan dek Sammy bersama saya sebagai sebuah novel autobiografi, agar semuanya menjadi abadi. Verba volent scripta manent, lho dek Sammy! Perhitungkan saya sebagai bakal calon wakilmu di pilkada DKI ataupun di pelaminan.

Modal selanjutnya adalah keberanian dek Sammy untuk memberontak. Bayangkan Fahri Hamzah yang wakil ketua DPR sekaligus politisi dengan logika berpikir yang masya allah nggeregetno saja ditantang untuk perang twit. Bahkan dek Sammy sampai membuat lima seri video yang diberi judul “5 Sesat Pikir Fahri Hamzah“. Terobosan zaman milenial gaes, jika dulu media video dipakai beberapa politisi untuk membuat video 3gp, maka sekarang sudah waktunya generasi milenial mengedukasi masyarakat melalui video dengan format yang lebih bagus.

Selain itu sebelumnya dek Sammy juga sudah punya bibit-bibit sifat pemberontak. Bayangkan, dek Sammy adalah seorang mahasiswa Universitas Paramadina. Iya Universitas Paramadina yang pernah dipimpin oleh rektor muda beda dan berbahaya macam Anies Baswedan. Seorang rektor dengan berbagai terobosan mengerikan.

Tapi dek Sammy yang notabene mahasiswa Paramadina malah mendukung Ahok pada pilkada DKI lalu. Hal tersebut membuktikan bahwa dek Sammy menghargai kebebasan memilih dan berpikir mahasiswa dalam dunia politik. Harus ada pertimbangan sebelum memilih. Jangan karena doi alumni, sering kasih dana donor buat acara mahasiswa, gemar membantu perkembangan kampus, doi hijau hitam, doi merah ataupun doi kuning biru lalu main dukung aja. Udah kek Kimcil Kepolen aja; jare nek ra tanda tangan proposan, ra oleh didukung~

Sebagai seorang perempuan muda yang punya jiwa pemberontak, dek Sammy juga punya daya tarik lain sebagai seorang public figure. Jika di dunia persepakbolaan Indonesia ada Ratu Tisha, maka di dunia perpolitikan juga butuh dek Sammy agar ada pemandangan bagus bagi para jomblo. Ingat jomblo juga punya hak sebagai warga negara, apalagi dalam waktu dekat lalu, hak-hak berkhayal para jomblo macam saya direbut setelah Raisa bertunangan dan Chelsea Islan dipacari sama Bastian. Dek Sammy bisa menjadi salah satu yang membela hak-hak para jomblo dan menjadi alternatif lain untuk memenuhi hak berkhayal para jomblo.

Selain itu, dek Sammy juga punya pengalaman sebagai salah satu pendiri lembaga swadaya masyarakat (LSM) Perempuan Politik. LSM tersebut bertujuan untuk mengedukasi perempuan tentang politik dan memperjuangan representasi perempuan dalam sistem politik. Dengan modal tersebut, Dek Sammy tidak akan mudah diprovokasi maupun diintimidasi oleh para laki-laki. Agar tidak ada lagi representasi lagu Bojo Galak yang dinyanyikan Nella Kharisma. Hidup perempuan!

Saya benar-benar siap menjadi bakal calon wakil gubernur mendampingi dek Sammy. Pengalaman saya selama hampir tujuh tahun sebagai mahasiswa sastra, saya kira bisa menjadi modal bagus untuk menemani dek Sammy. Saya pernah berproses di organisasi, saya juga menjadi salah seorang penjaga kebun di media kafer siksakampus.com. Mengorganisir massa juga bisa kok, mantan-mantan saya sering saya organisir. Masalah kampanye dek Sammy tak perlu khawatir, anak sastra punya kemampuan lambe lamis kok, apalagi didukung kemampuan menulis, tambah joss gandos. Lalu perkara relasi, hal ini bisa diselesaikan dengan kemampuan lambe lamis tadi kok, dek. Tak perlu lah dek Sammy mempertanyakan kemampuan saya. Hanya satu hal yang sulit untuk saya dapatkan, yaitu pacar dan kasih sayang yang tulus, setulus perjuangan dek Sammy memperjuangkan hak-hak rakyat.

Saya ingin sekali mendampingi dek Sammy untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. Masyarakat tidak butuh janji-janji kan, dek. Masyarakat membutuhkan kasih sayang yang tulus, sama seperti saya ini. Jadi, mungkin bisa dimulai dari saling memahami satu sama lain antara saya dan dek Sammy. Kita berdua bisa menjalin ketulusan untuk selanjutnya berjuang membela hak rakyat. Bagaimana, dek?

Aku padamu, dek Tsamara~