BERBAGI

Kuliah seringkali menjadi tahapan jenjang pendidikan akhir yang biasa ditempuh bagi sebagian besar muda-mudi. Pilihan untuk kuliah ini semakin diperuncing, dalam artian tidak hanya untuk prasyarat bekerja saja. Akan tetapi untuk sarana mencari jodoh, membuka jaringan untuk gebetan ataupun hanya sekedar untuk menikmati masa muda sebelum dijodohkan. Tapi, segala pilihan adalah jalan hidup masing-masing. Saya kembalikan pilihan hidup yang rumit ini kepada anda semua.

Saat sebelum memasuki tahapan kuliah, tentunya bagi anda yang bersekolah pastinya pernah mengalami yang namanya Masa Oorientasi Sisiwa (MOS). Saat proses MOS berlangsung biasanya para siswa baru disuruh untuk melakukan sesuatu yang agak sedikit konyol. Pengalaman saya dulu disuruh  memakai topi lonjong seperti badut dan selendang dari kain. Tujuannya tidak jelas untuk apa, malah membuat saya malu di depan wanita yang saya taksir.

Mungkin saat itu saya baru masa transisi dari SD ke SMP, jadinya ya menurut saja dan tidak sempat berpikir lebih jauh seperti Kak Hafizd Ary. Di SMA pun sama, bedanya waktu itu saya memakai kaos kaki seperti pemain sepak bola. Biasanya sih saat MOS itu juga senior-senior itu bentak-bentak, teriak-teriak gak jelas dengan bau mulut yang icik-icik ehem pokoknya. Bagi saya mereka itu sok disiplin dan sok keren biar digebet sama adik angkatan. Padahal senior itu juga malas dan tidak sedikit yang hampir tinggal kelas.

Nah, sekarang ini kalau buat teman-teman yang hendak mengenyam bangku kuliah, akan mengalami yang namanya Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK). Tujuannya aslinya sih, untuk mengenal lingkungan serta kehidupan kampus. Biasanya banyak macam OSPEK di berbagai universitas, Kalau di taraf universitas, hanya sekedar sambutan dari Rektor dan pengikutnya setelah itu dilanjutkan dengan upacara. Sementara di tingkat jurusan atau prodi hanya sekedar menjalin keakraban dengan kakak angkatan dan juga teman satu angkatan. Di tingkat fakultas inilah, biasanya ada tradisi perploncoan. Dengan disuruh memakai sesuatu yang konyol. Sangat mirip dengan MOS.

Bagi kalian yang hendak kuliah mungkin merasa OSPEK menjadi sesuatu yang menakutkan untuk diikuti seperti dosen pembimbing yang ditakuti kakak angkatan kalian. Biasanya OSPEK juga dianggap sebagai ajang pembalasan dendam para senior. Berikut sedikit tips yang mungkin bermanfaat agar OSPEK kalian menjadi lebih indah dan berwarna:

  1. Gantilah model rambut anda

Model rambut yang anda kenakan saat ini, menunjukkan identitas diri anda. Bagi lelaki gunakanlah model rambut yang menunjukkan bahwa anda adalah mahluk revolusioner yang hendak memajukan generasi bangsa era kekinian. Saya menyarankan pakailah model rambut gondrong. karena dengan rambut gondrong kalian menunjukkan diri sebagai seorang aktivis yang pernah berdemo dan mengikuti suatu organisasi yang membela rakyat kecil, atau paling tidak anda dicap sebagai seorang pecinta kebebasan yang tidak terikat oleh aturan-aturan yang mengekang.Selain itu kalian juga akan banyak didekati oleh kakak-kakak senior yang merajuk dan mengajak anda masuk organisasinya.

Lalu untuk wanita gunakanlah model rambut yang bisa menampilkan kharisma dan kecantikan kalian secara natural, seperti lagu D’Massiv. Saran saya pilihlah rambut model Dian sastro saat bermain film AADC, bayangkan berapa kakak angkatan yang akan terpesona dengan model rambut itu, Tidak ada! atau jika kalian kurang berkenan berpenampilan layaknya Kaq Cinta, kuncir saja rambut kalian ke belakang. Buat kalian yang berhijab, point ini tidak berlaku yang terpenting bagaimana kalian terlihat cantik agar kakak angkatan kalian lumer. Ini berguna untuk memudahkan proses OSPEK. Seringkali kakak senior atau bahkan teman satu angkatan rela berkorban untuk membantu kalian demi berkenalan dan memperolah nomor telepon atau pin bbm kalian. Dengan begitu tugas kalian semakin mudah.

  1. Pilihlah gaya anti mainstream

Untuk yang satu ini saya mengkategorikannya ke dalam dua gaya. Keren dan cool. Untuk gaya cool, titikberatkan perilaku kalian sebagai seseorang yang pendiam layaknya Rangga dalam AADC. Jarang tersenyum dan hanya berbicara seperlunya saja. Kalian harus terkesan cuek dan memasang senyum yang sinis namun manis. Gaya ini berfungsi untuk memberikan efek terror pada senior yang terkesan nyolot dan sok tebar pesona. Kalian harus menyaingi gaya tersebut dengan bersifat cool. Ingat ini adalah perang pesona, jangan mau ditindas kenangan eh senior, hanya karena mereka lebih tua. Medan perang dengan gaya ini ibarat pertarungan perang dingin antara Amerika dan uni Soviet, juga antara para jomblo dan sabun mereka. Kalian harus bisa bermain dengan strategi yang jitu dan sekali lagi saya tegaskan kalian harus tetap STAY COOL!!

Lalu yang kedua kalian harus terlihat keren. Kalian harus bisa mencuri perhatian banyak orang. Kalian harus berani menentang setiap peraturan yang tidak rasional dengan argument yang tegas. Misalnya kalian menentang pemakaian kalung dari pete dan bawang atau topi kerucut sebagai suatu tindakan pembodohan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan pendidikan. Sekali lagi kalian harus berani dan kembali berdebat dengan senior layaknya kalian berani memutus pacar kalian walaupun sakit rasanya. Jangan takut. Semakin sering mendebat peraturan yang tidak rasional, senior akan mencueki kalian, ketika hal itu berhasil anda telah memenangkan pertarungan itu. Disamping itu kalian juga akan menjadi target operasi untuk dijadikan gebetan.

  1. Terlambatlah

Janganlah kalian semua takut dengan waktu yang telah ditentukan. Datanglah melebihi waktu yang telah disepakati. Karena seringkali senior memberi waktu yang terlalu pagi. Terlambatlah danberikan alasan yang mengagumkan. Misalnya, “Saya berangkat kepagian kak, saya nyari angkutan umum masih belum ada yang beroperasi.” Jika kakak angkatanmu tidak terima maka ladeni pembicaraannya. misal dengan meminta untuk dijemput karena kosanmu jauh, itung-itung mengirit uang kiriman. Itu hanya sebagian kecil contoh, intinya beranilah berpendapat. Ingatlah kakak angkatan hanyalah manusia korban penyiksaan kampus.

  1. Berjejaring dan saling menguatkan

Nah, ini adalah point yang paling utama. Buatlah kakak angkatan menjadi kuwalahan dan akhirnya menyerah. Jurus pamungkas ini perlu kalian terapkan, jikalau para senior sudah melewati batas, seperti mendekati seseorang yang sedang kalian incar sebagai gebetan atau melakukan tindak kekerasan. Syaratnya adalah kalian harus bisa menempatkan diri sebagai seorang pemimpin layaknya Kak Jonru dengan banyak bigot pengikutnya. Kumpulkanlah teman satu angkatan kalian, berdiskusilah dan ajaklah bekerjasama untuk menggulingkan rezim senioritas yang otoriter. Setelah itu ajak seluruh teman angkatan kalian untuk tidak mengikuti kegiatan OSPEK. Disamping itu lakukanlah aksi untuk menuntut senior yang tidak bertanggung jawab, misal bribik dan rebut pacar kakak angkatan kalian sebagai efek jera.

Itu sedikit hal yang bisa kalian lakukan untuk menghadapi OSPEK dan dunia kampus yang semakin kejam. Pada era kekinian sudah tidak zaman lagi melakukan aksi ploncoan yang sifatnya tidak mendidik dan merusak generasi bangsa, sudah zamannya Friendzone dan Kakakadikzone kok masih main plonco. Memajukan generasi bangsa, bukanlah dengan terror dan ketakutan. Apa jadinya jika dedeque-dedeque gemezz dibuat patuh dengan peraturan yang tidak mendidik? Sudahlah jangan menambah beban pendidikan dan beban pikiran para jomblo. Kampus saja sudah penuh dengan aturan dan portal yang mengekang mahasiswa, juga para jomblo yang semakin tertekan dengan standarisasi skripsi untuk mendapatkan pacar.

Apa jadinya jikalau pendidikan digambarkan sebagai sebuah bank dalam komoditas ekonomi. Depositor atau investornya adalah guru yang mewakili lembaga masyarakat yang mapan dan berkuasa, sementara depositonya adalah ilmu pengetahuan yang diajarkan. Mahasiswa tidak lebih dari sebuah bejana kosong yang diisi sebagi tabungan sehingga hasilnya dapat dipetik kelak. Apa seperti itu gambaran pendidikan yang diinginkan? Jangan sampai generasi bangsa revolusioner harus berakhir dengan lirik lagu Tom Paxton

“Apa yang kau pelajari disekolah hari ini, anakku?

Apa yang kau pelajari disekolah hari ini, anakku?

Aku di ajari bahwa Washinton tidak pernah berdusta,

Aku diajari bahwa tentara itu tidak gampang mati,

Aku diajari bahwa setiap orang punya kebebasan,

begitulah yang diajarkan guruku.

Itulah yang aku pelajari di sekolah hari ini,

itulah yang aku pelajari di sekolah…”

Eh, semakin tidak beraturan saja paragraf tulisan saya. Oke baiklah kalian mahasiswa baru, selamat datang di kampus perjuangan.

Tabiq!