BERBAGI

Sadam mengundangmu bergabung di game room. Buruan, kocok dadumu dan main bareng sekarang! Apa lagi ini? Keluh saya.

Semua berawal dari banyaknya chat yang masuk pada aplikasi Line. Setelah diendapkan cukup lama, akhirnya saya buka. Ternyata semua chat berisi ajakan bermain Let’s Get Rich, semacam permainan monopoli berbasis digital. Suatu produk yang saya rasa menghilangkan esensi sesungguhnya dari bermain monopoli. Zaman SD, bermain monopoli menjadi ajang berkumpul bersama teman dan tertawa bersama. Sekarang bermain monopoli bisa dilakukan dimana saja. Hanya perlu berkutat dengan gedget dan anda akan tertawa sendiri.

Saya tidak akan membicarakan Let’s Get Rich sebagai alat jajahan kapitalis, bukan. Jujur saja, permainan ini menyenangkan. Sampai-sampai saya bermain ketika larut malam hanya untuk mendapatkan sinyal yang stabil.

Pada suatu kala, permainan ini mengingatkan saya pada sebesit kenangan. Kenangan akan mantan. Ya, mantan, kata ini sudah mengalami penyempitan makna. Saya yakin anda tahu mantan macam apa yang saya maksud. Bagi anda pecandu Let’s Get Rich, saya menemukan empat hal yang bisa anda jadikan acuan bagaimana menyikapi kenangan akan mantan.

  1. Mengambil Alih mantan

Sama seperti permainan Let’s Get Rich, ada saatnya mantanmu akan diambil alih oleh orang lain. Orang yang memiliki cukup marble untuk merebut sang mantan. Anda akan merasa kehilangan untuk kedua kalinya. Bahkan akan lebih menyakitkan bila landmark telah dibangun. Bila hal ini terjadi, kecil kemungkinan anda untuk bisa bersanding kembali dengan mantan. Jadi, buang jauh-jauh harapan anda untuk kembali pada mantan. Sudah saatnya anda mengincar yang lain.

  1. Kartu Kesempatan

Mengingat mantan bukan hanya karena ada niat pujangganya, tapi juga karena ada kesempatan. Bila anda merasa yakin bahwa mantan sosok yang tidak bisa tergantikan, cari kesempatan! Meski sudah diberi landmark, masih ada harapan menyerang jika mendapat kartu kesempatan. Bukan kuasa saya untuk mengomentari kegigihan anda.

  1. Pola yang Sama

Mantan dan tetek mbengeknya adalah hal yang laknat. Sama seperti permainan Let’s Get Rich yang pada dasarnya mengelilingi kotak yang sama. Bagi anda yang memiliki pemikiran seperti itu, tandanya anda sudah bosan. Anda bosan dengan mantan seribu bayangan. Mungkin anda sudah muak dengan cinta yang menye-menye. Yang bisa saya berikan hanyalah doa. Doa supaya hidupmu bisa damai walau tanpa cinta. Asek!

  1. Exchange

Memiliki banyak mantan bukanlah sebuah dosa. Namun haram hukumnya jika mantan dan kenangan yang ia berikan tercecer sia-sia. Anda bisa mengumpulkan setiap kenangan yang ada dan menjadikannya pelajaran yang berharga. Seperti Let’s Get Rich, kartu yang kurang baik anda exchange untuk meningkatkan karakter kartu anda. Begitu juga dengan mantan dan kenangan yang ada, jadikanlah hal tersebut sarana untuk membentuk karakter anda ke arah yang lebih baik.

Setidaknya begitulah perspektif saya mengenai permainan Let’s Get Rich dalam hubungannya dengan mantan. Yang penting adalah jangan mau dimonopoli kenangan akan mantan. Itu hanya akan membuat kita terdampar di pulau terpencil dalam hati kita. Biarkan mantan mengelilingi dunia dan menjadi tuan rumah olimpiade dimana saja dia suka. Kita hanya perlu mengumpulkan clover agar bisa terus bermain.

Bersukacitalah gaes!