BERBAGI

“Pahit sekali kopi ini,” kata kebanyakan teman ketika minum kopi buatan saya. Kalimat itu berkali-kali saya dengar. Prihatin. Saya rasa mereka sudah kehilangan manisnya hidup. Memang hanya asumsi saya secara pribadi. Tapi itu cukup mewakili bagaimana mereka terlihat setiap hari. Terlihat dari cara mereka menikmati kopi.

Ada empat kemungkinan orang tidak suka dengan kopi pahit. Pertama, hidupnya sudah terlalu pahit. Mereka mencari rasa manis di mana-mana. Sedikit saja lidah mereka atau perasaan mereka terkena pahit, seketika itu pula dia akan kembali terpuruk. Berada pada dasar kegelapan. Tipikal orang orang yang sangat religius. Meyakini adanya neraka, bahkan di dunia. Mereka melihatnya bahkan masuk ke dalamnya.

Kedua, kehilangan rasa manis. Indra mereka sudah mati rasa. Bayangkan ketika air mendidih, seketika langsung diminum, apa yang terjadi dengan lidah itu? Air mendidih itulah kepahitan yang sangat ter-la-lu. Sama halnya ketika seorang mantan yang baru kemarin memutus kita, hari ini pacaran dengan sahabat kita. Apa yang kamu rasakan ketika dia menyapamu, “mas!?” dengan senyuman manisnya yang bahkan mengalahkan senyuman ketika masih menjadi pacarmu. Mati rasa.

Ketiga, tidak pernah merasakan manis. Seperti seorang pemuda yang telah hidup selama 22 tahun tapi tak pernah sedikitpun merasakan manisnya cinta.

Terlalu lama sendiri

Sudah terlalu lama aku asik sendiri

Lagu Kunto Aji dan kopi manis, pasti akan selalu menjadi menu tiap hari. Menggeser kedudukan sembilan bahan pokok. Bukan perut biologis yang butuh asupan energi, tapi hati.

Keempat, mereka yang tidak pernah tahu manisnya rasa pahit. Ketahuilah bahwa kosong adalah berisi dan berisi adalah kosong. Sama halnya dengan pahit adalah manis dan manis adalah pahit. Ini bukan sebuah dogma. Ini hanya sekedar hasil dari sebuah reproduksi ingatan saya dulu ketika masih gemar nonton film Kera Sakti.

Kalimat Biksu Tong Sam Chong untuk menasihati muridnya itu jika ditelaah lebih jauh akan memberikan pemamaham esensial illahiah. Kesadaran penuh atas sebuah keadaan materi yang ada di dunia ini. Apakah sebuah materi itu benar-benar ada ataukah hanya bentukan dari olahan otak kita? Ya, berasal dari persepsi kita?

Coba ikuti kerangka berfikir tersebut. Ketika kopi pahit sudah terasa manis di lidah, maka itu artinya pintu kesadaran sudah mulai terbuka. Mulai dari kopi, kemudian hati.