BERBAGI

Ini mengenai kehidupan politik di lingkungan kecil yang disebut kampus. Saya baru tahu kalau lingkungan akademis seperti kampus ini menjadi lahan subur untuk menanam bibit-bibit sebuah politik, pastinya semenjak saya baru menjadi mahasiswa. Ternyata kehidupan para tikus-tikus berdasi yang ada di kursi-kursi kekuasaan tersebut dimulai dari suara-suara mahasiswa yang ke-lewat idealis.

Mahasiswa-mahasiswa yang sepikir dan sepemahaman, membentuk organisasi ekstra kampus untuk melancarkan kerja-kerja yang mereka lakukan_awalnya. Mereka melakukan kegiatan politik praktis dengan para partai politik (parpol), meskipun secara struktur dalam kepengurusan tidak ada. Hanya ada hubungan yang justru menjadi alasan yang sangat mulia selain hubungan kerja dalam organisasi. Hubungan tersebut mengatas namakan hubungan keluarga. Keren bukan? Namun sungguh kasian banget ketika didalam keluarga terdapat politik yang saling menjatuhkan.

Bercerita di fakultasku, sebut saja FTP UJ. Ada organisasi yang kerja-kerjanya seperti yang saya tuliskan di atas. Mengatas namakan keluarga se-fakultas mereka mulai melakukan kerja-kerja kaderisasi. Bagi sebagian mahasiswa pastinya ketika melakukan her-regristrasi awal sebelum masuk kuliah, di tempat pendaftaran pasti menemukan orang-orang yang sok akrab dan menawarkan tempat tinggal atau menjadi informan terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan kuliah. Dengan cara tersebut mereka mulai mencari kader.

Dengan sikap seperti itu pastinya mahasiswa baru, yang dasarnya memang gak tahu apa-apa, jelas akan ikut oknum organisasi ekstra tersebut. apalagi yang mengajak mereka itu kakak-kakak ganteng atau cantik. Semakin sempurnalah oknum tersebut di mata mahasiswa baru. memang benar organisasi semacam itu sangat pandai dalam kaderisasi. Hal itu karena mereka menggunakan cara yang begitu manis untuk di sajikan. Semisal menggunakan orang-orang yang memiliki fisik yang cukup bagus untuk di pandang. Seorang maba pastinya merasa senang dan bangga ketika kenal bahkan dekat dengan kakak-kakak ganteng dan cantik.  Selain itu menggunakan orang-orang yang pinter bicara, kenapa saya bilang pinter bicara karena mereka sok pinter dan yang dikatakannya pun kadang tak berdasar, bisa dibilang nggedhabul.

Tidak tanggung-tanggung mereka kadang juga mengatasnamakan agama untuk melakukan kerjanya. Pastinya seorang mahasiswa baru melihat sosok organisasi yang mengatasnamakan agama, pemikirannya menganggap organisasi tersebut sungguh mulia_ semulia laki-laki yang selalu setia menunggu mantannya untuk kembali. Tujuannya apa? Kekuasaan. Mereka mencari kekuasaan yang telah didalangi untuk kepentingan keluarga (mereka menyebutnya seperti itu) dan juga parpol induk dari organisasi meraka berdiri.

Begitulah sedikit gambaran perpolitikan yang ada difakultas ku, gimana di kampus kalian? Dan untuk mahasiswa baru, hati-hati dikampus banyak yang seperti buah dondong, luarnya mulus banget tapi dalamnya penuh dengan biji berserat kepentingan golongan.

BERBAGI
Artikel sebelumyaMenghadapi OSPEK Ala Muda-Mudi Kekinian
Artikel berikutnyaIP Broke My Heart
Lelaki asal Banyuwangi. Masih berusaha mencari zhat yang sering dipanggil Tuhan